6 Mitos Seputar Pola Makan Vegetarian/Vegan Yang Masih Saja Orang Percaya

MakananMitosPola MakanVegetarianVeganMunchies

6 Mitos Seputar Pola Makan Vegetarian/Vegan Yang Masih Saja Orang Percaya

Vegetarian banyak dijadikan pilihan pola makan oleh beberapa orang. Selain karena alasan religius atau kesehatan, ada juga orang yang memutuskan untuk mengikuti pola makan ini karena tujuan lainnya. Tapi, tahukah kamu kalau ternyata masih banyak mitos yang salah seputar pola makan bebas unsur hewani satu ini? Sebelum memutuskan untuk menjadi vegetarian atau vegan, ada baiknya kamu simak dulu beberapa mitos salah seputar pola makan ini!

Mitos #1: Vegetarian bisa Menjamin Turunnya Berat Badan

vegetarian-tidak-menjamin-turun-berat-badan-1
Vegetarian memang bisa membantu menurunkan berat badan, namun sebaiknya hal ini tidak kamu jadikan satu-satunya alasan untuk mencoba pola makan vegan. Pada Journal of General Internal Medicine ditemukan bahwa orang dengan diet vegetarian mengalami penurunan berat badan yang lebih dibandingkan orang dengan diet non-vegetarian. Namun, vegetarian ternyata bukanlah sebuah jaminan untuk bisa mengurangi berat badan. Untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal, masih diperlukan perencanaan pola makan yang tepat, dan bukan hanya dengan berhenti mengonsumsi daging semata.

Mitos #2: Pilihan Makanan Vegetarian Sangat Membosankan

pilihan-makanan-vegetarian
Sulit rasanya membayangkan makan tanpa daging yang notabene terasa sangat enak. Meskipun demikian, bukan berarti makanan vegetarian itu tidak enak dan membosankan. Sekarang sudah ada banyak sekali resep dan olahan makanan vegetarian yang nikmat. Vegetarian juga bisa menggunakan makanan lain untuk membuat “daging” khusus vegetarian, seperti kacang hingga tempe. Bicara soal rasa, berbagai pilihan makanan untuk vegetarian juga bisa lho meniru rasa daging atau rasa makanan lain dengan bahan-bahan nabati.

Mitos #3: Tidak Aman untuk Anak-anak dan Ibu Hamil

ibu-hamil
Mitos salah satu ini didasari oleh anggapan bahwa pola makan vegetarian tidak akan bisa memenuhi asupan gizi yang dibutuhkan oleh anak-anak dan ibu hamil. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena pola makan vegetarian yang direncanakan dengan baik dan tepat nyatanya juga bisa memenuhi berbagai asupan yang dibutuhkan oleh tubuh. Zat besi dan vitamin C yang diperlukan ibu hamil bisa didapat dari kacang-kacangan, brokoli, tahu, serta collard greens. Anak-anak dengan pola makan vegetarian juga tetap bisa memiliki pertumbuhan badan yang normal.

Mitos #4: Vegetarian Lebih Sehat karena Tidak Mengkonsumsi Daging

daging-merah
Menghapus daging dari daftar makanan tidak semata-mata membuat tubuh menjadi lebih sehat, lho. Daging seringkali dianggap sebagai pemicu berbagai penyakit, terutama penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung. Padahal, anggapan ini belum terbukti secara ilmiah melalui penelitian. Sebaliknya, daging merah bukanlah satu-satunya faktor pemicu penyakit jantung. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyakit jantung lebih tinggi karena kombinasi gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, hingga kurangnya olahraga.

Kesimpulannya, ada hubungan antara penyakit jantung dengan konsumsi protein hewani yang diikuti oleh gaya hidup tidak sehat. Namun, tidak ditemukan perbedaan risiko penyakit jantung pada gaya hidup sehat orang yang mengonsumsi daging ataupun vegetarian. Dengan demikian, vegetarian juga tidak bisa dianggap lebih sehat dibandingkan orang yang mengonsumsi daging.

Mitos #5: Vegetarian bisa Menyebabkan Kekurangan Kalsium

kalsium-susu-dari-kacang
Beberapa jenis vegetarian, seperti vegan misalnya, tidak memasukkan produk hewani sama sekali dalam pola makannya. Produk hewani yang dimaksud juga meliputi produk olahan susu. Karena hal ini, ada mitos yang menyatakan bahwa vegan tidak sehat karena kurangnya asupan kalsium untuk tubuh. Kalsium sendiri terkenal bisa didapatkan dari berbagai produk hewani, seperti susu dan keju.

Namun faktanya, sumber kalsium tidak hanya bisa didapat dari produk hewani seperti susu, melainkan juga dari berbagai sumber tumbuhan dan makanan. Beberapa makanan yang bisa menjadi alternatif sumber kalsium untuk vegan yaitu almond, bok choy, kale, sesame seeds, chia seeds, bayam, rhubarb, dan turnip greens. Karena itu, para vegan tak perlu khawatir kekurangan asupan kalsium, ya!

Mitos #6: Vegetarian Tidak Cocok untuk Atlet karena Menyulitkan Pembentukan Otot

otot
Masih ada anggapan bahwa atlet tidak boleh mengikuti pola makan vegetarian karena berpoptensi kekurangan protein untuk membentuk otot. Sama seperti berbagai mitos seputar asupan nutrisi vegetarian, nyatanya pola makan ini tidak menghalangi tubuh untuk mendapatkan asupan yang dibutuhkan. Protein, kalsium, vitamin, karbohidrat, antioksidan, serta berbagai mineral yang diperlukan tetap bisa didapat dari variasi makanan vegetarian.

Nah, sudah tahu kan berbagai mitos tentang pola makan vegetarian? Kamu yang menjalani pola makan ini sebaiknya tidak terjebak anggapan salah tersebut, ya! Masih bingung mencari alternatif restoran dengan menu vegetarian? Cek Alamat.com dan cari berbagai restoran vegetarian yang ada! Kamu juga bisa melihat review, rating, hingga berbagai promo yang ditawarkan, lho!

artikel ini ditulis oleh Maria Juwita

Geraldy Tony

Geraldy Tony

Content Editor at Alamat.com Blog

Jakarta, Indonesia