Tingkatkan Penjualan Dengan Loyalty Program Simpel Dan Mudah Untuk UKM

Alamat SuksesLoyalty ProgramBisnisStrategi Pemasaran

Tingkatkan Penjualan Dengan Loyalty Program Simpel Dan Mudah Untuk UKM

Zaman sekarang, setiap bisnis tidak semata-mata bertujuan untuk meningkatkan penjualan, namun juga meningkatkan jumlah pelanggan yang setia atau loyal customer. Menambah pelanggan baru ternyata membutuhkan biaya 5 hingga 25 kali lipat lebih tinggi daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Fakta ini rupanya masuk akal jika dipertimbangkan dari sudut pandang bisnis. Selain dapat menghemat biaya, penelitian dari Frederick Reichheld of Bain & Company menemukan bahwa mempertahankan 5% pelanggan lama sudah bisa meningkatkan keuntungan sebanyak 25% hingga 95%.

Apa Itu Customer Loyalty?

Singkatnya, kesetiaan pelanggan atau customer loyalty adalah keinginan pelanggan untuk membeli produk dari suatu merek secara terus menerus. Hal ini bisa dihasilkan dari pengalaman positif, kepuasan, dan nilai yang didapat pelanggan dari produk atau merek tersebut.

Ini Kenapa Customer Loyalty Itu Penting

Usaha kecil dan menengah serta semua bisnis kini perlu menjadikan pelanggan sebagai fokus utama, untuk menarik dan mempertahankan kesetiaan mereka terhadap brand. Fakta bahwa konsumen tetap memilih produk atau brand yang sama di antara ribuan alternatif lainnya juga membuktikan bahwa konsumen benar-benar mempercayai dan menyukai brand tersebut. Serta nilai yang didapatkan dianggap lebih penting daripada sekadar harga murah atau produk lain sejenis.

Uniknya, banyak fakta menarik yang mendukung bahwa kesetiaan konsumen merupakan hal yang layak untuk dipertahankan oleh bisnis. Ini beberapa data yang mendukung hal tersebut:

  1. Pelanggan setia akan lebih sering menghabiskan uang untuk brand yang mereka suka
  2. Pelanggan setia lebih banyak menghabiskan uang dibandingkan konsumen lain
  3. Pelanggan setia akan memberitahu orang lain seputar pengalaman positif mereka dengan brand atau produk
  4. Di Amerika, 40% keuntungan belanja online didapat dari pelanggan lama, yang hanya merupakan 8% bagian dari pengunjung situs.

Jenis-Jenis Loyalty Program

Ada beberapa jenis program customer loyalty yang bisa dicoba untuk meningkatkan jumlah pelanggan. Ini dia beberapa di antaranya yang bisa kamu terapkan di bisnis UKM milikmu!

1. Sistem Points Loyalty

points-loyalty

sumber gambar: ocharge

Jenis loyalty program satu ini cocok untuk bisnis yang ingin membuat pelanggan lebih sering berbelanja dalam jangka waktu pendek, misalnya Starbucks atau Chatime. Umumnya, pelanggan harus mengumpulkan sejumlah poin tertentu untuk bisa menukarkannya dengan hadiah, seperti 1 buah produk gratis atau potongan harga misalnya. Dengan metode paling umum ini, pelanggan bisa langsung mendapatkan poin dalam setiap pembelian tanpa perlu repot dengan syarat dan ketentuan yang rumit.

Kelebihan:

  • Fleksibel
  • Bisa digunakan dengan berbagai media seperti kartu, email, dan lainnya
    Perusahaan bisa mendapatkan dan menganalisa data konsumen

Kekurangan:

  • Berpotensi membuat pelanggan menjadi malas mengumpulkan poin karena tidak merasakan hasil secara langsung

2. Loyalty Card Program

membership-card

sumber gambar: technologyAdvice

Program kedua yang bisa dicoba yaitu program dengan loyalty card. Program ini biasanya dikemas dalam membership program, di mana pelanggan bisa mendaftar dalam keanggotaan untuk mendapatkan kartu dan keuntungan khusus. Cara ini bisa dengan mudah membedakan pelanggan yang terdaftar (atau yang cukup loyal) dengan pelanggan biasa.

Kelebihan:

  • Bisa dengan mudah digabungkan dengan promo atau loyalty program lainnya
  • Membedakan pelanggan yang terdaftar dan tidak terdaftar, sehingga memberikan kesan eksklusif dan spesial

Kekurangan:

  • Tidak selalu bisa digunakan, misalnya saat pelanggan lupa membawa kartu mereka
    Sulit digunakan untuk mendorong pelanggan berbelanja lebih banyak

3. Tiered Program

tier-loyalty-program

sumber gambar: ecommerceCEO

Program jenis ini juga sudah mulai banyak digunakan, terlebih pada aplikasi transportasi online Grab dan juga e-commerce seperti Tokopedia. Tiered program merupakan loyalty program di mana pelanggan akan dikelompokkan dalam bagian-bagian tertentu untuk menikmati keuntungan berbeda. Misalnya, kelompok bronze, silver, dan gold. Semakin tinggi kelompok, akan semakin banyak juga keuntungan yang bisa didapatkan. Program ini cocok digunakan untuk perusahaan dengan produk yang akan dibutuhkan dalam jangka panjang.

Kelebihan:

  • Fleksibel dan bisa dikustomisasi
  • Memberikan keuntungan lebih bagi pelanggan paling setia

Kekurangan:

  • Tidak terlalu menarik bagi konsumen yang kurang loyal

4. Fee-based Loyalty Program

Tidak semua orang memiliki kesabaran untuk mengumpulkan poin atau menunggu status mereka naik ke tier yang lebih tinggi agar mendapat keuntungan lebih. Solusinya, Anda bisa mencoba loyalty program satu ini. Fee-based loyalty program adalah program di mana pelanggan bisa membayar (bulanan ataupun tahunan) untuk mendapatkan keuntungan khusus, seperti diskon spesial atau produk bonus.

Kelebihan:

  • Menarik pelanggan dengan tingkat transaksi yang tinggi
  • Biaya berlangganan bisa digunakan untuk subsidi biaya dalam loyalty program

Kekurangan:

  • Sulit menarik pelanggan baru atau pelanggan yang tidak terlalu loyal
  • Sulit mendapatkan data untuk menganalisa pertumbuhan pelanggan
  • Biaya berlangganan bisa menjadi penghalang

5. Coalition Loyalty Program

Sesuai dengan namanya, loyalty program satu ini merupakan kerjasama beberapa bisnis dan cocok untuk menjangkau lebih banyak audiens. Dengan program ini, pelanggan bisa bertransaksi dari banyak brand berbeda dan mendapatkan atau menukarkan reward mereka di salah satu bisnis tersebut.

Kelebihan:

  • Menjangkau audiens yang lebih luas
  • Berbagi beban finansial dengan bisnis lain

Kekurangan:

  • Pelanggan berpotensi untuk lebih loyal di salah satu brand saja
  • Bisnis menjadi tidak bebas, segala keputusan harus diambil bersama
  • Tidak membedakan brand yang satu dengan yang lain

6. Cashback Loyalty Program

koin

sumber gambar: pexels

Program satu ini merupakan program yang memberikan cashback atau uang kembali agar konsumen bisa bertransaksi kembali di tempat yang sama dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, konsumen akan mendapatkan uang kembali dengan persentase tertentu dari total pembelanjaan mereka.Cashback ini nantinya bisa digunakan untuk mereka berbelanja kembali di tempat yang sama, dan berlaku dalam periode tertentu. Salah satu bisnis yang terkenal menggunakan program seperti ini yaitu platform e-commerce Shopee.

Kelebihan:

  • Mudah diterapkan, digunakan, dan dikomunikasikan
  • Pelanggan akan dapat langsung merasakan reward berupa cashback

Kekurangan:

  • Tidak terlalu menarik bagi konsumen yang kurang loyal
  • Batasan periode akan membuat konsumen malas
  • Membutuhkan modal yang cukup tinggi jika tidak direncanakan dengan efektif

3 Cara Mengukur Kesuksesan Loyalty Program

Ada beberapa cara untuk mengukur kesuksesan loyalty program yang sudah dibuat, yaitu:

1. Customer Retention Rate

Ini adalah indikasi dari berapa lama konsumen menjadi pelanggan brand-mu. Jika loyalty program yang dijalankan sukses, maka idealnya jumlah pelanggan meningkat dari waktu ke waktu.

ab-testing

sumber gambar: neilpatel

Coba lakukan A/B testing antara anggota dan non-anggota program terhadap keuntungan untuk mengetahui efektivitas program yang dijalankan.

2. Negative Churn

Customer churn adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan tingkat konsumen yang pasif atau mulai jarang bertransaksi, dan negative churn justru berarti sebaliknya. Negative churn bisa termasuk konsumen yang membeli produk atau jasa lebih. Khususnya bagi bisnis yang menjalankan tiered loyalty program, metrik ini cukup penting untuk diketahui.

3. Net Promoter Score (NPS)

net-promoter-score

sumber gambar: wootric

NPS adalah metrik kepuasan pelanggan dari angka 1 hingga 10 yang menggambarkan keinginan pelanggan untuk merekomendasikan suatu brand ke orang lain. NPS dihitung dengan membagi persentase jumlah detractor (konsumen yang tidak ingin merekomendasikan) dengan persentase promotor (konsumen yang ingin merekomendasikan brand-mu).

Berbagai loyalty program di atas memang cocok untuk mempertahankan pelanggan yang setia. Namun sebelum fokus membuat strategi loyalty program, ada baiknya anda membangun brand awareness terlebih dahulu agar bisnis anda lebih dikenal banyak orang, salah satunya dengan menggunakan Alamat.com untuk mempromosikan bisnis Anda ke jutaan pengguna internet di Indonesia secara gratis! Daftar sekarang dan lengkapi profil bisnismu!

artikel ini ditulis oleh Maria Juwita

Geraldy Tony

Geraldy Tony

Content Editor at Alamat.com Blog

Jakarta, Indonesia http://about.me/geraldytony